Minggu, 27 Mei 2012

LAPORAN PRAKTEK KERJA PERPUSTAKAAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.                 Latar Belakang
Perpustakaan merupakan jantung / urat nadi bagi suatu intansi / universitas / badan korporasi lainnya. Perpustakaan saat ini, tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan dan  mencari buku, tetapi lebih dari itu yaitu menjadi sumber informasi. Berbagai informasi dapat ditemukan dari yang bersifat ilmiah, infofmasi yang berkaitan dengan sejarah hingga yang bersifat populer.
Perpustakaan mempunyai tiga pokok kegiatan yaitu pengadaan, pengolahan, pelayanan bahan pustaka. Salah satu aspek penting dalam kegiatan pelayanan adalah promosi jasa perpustakaan sebagai penarik pengunjung untuk datang keperpustakaan. Sekarang ini apresiasi nyata masyarakat terhadap perpustakaan sangat rendah. Ini dapat dilihat dari jumlah pengunjung perpustakaan perharinya. Semua orang mengatakan perpustakaan adalah lembaga penting. Disini terjadi suatu ironi bahwa kenyataan orang berasumsi perpustakaan sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa, tetapi dengan melihat fakta dimasyarakat tingkat penggunaan jasa perpustakaan masih sangat rendah.
Dari penjelasan diatas penulis ingin mengetahui sejauh mana pmomosi jasa layanan perpuatakaan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tulung. Kegiatan ini dimulai tanggal 1 Maret s/d 5 April yang juga merupakan syarat tugas akhir studi D 11 Ilmu perpustakaan.

B.                Tujuan Praktek
Penulisan laporan ini merupakan syarat untuk menyelesaikan program D 11 perpustakaan yang bertujuan sebagai berikut ini:
1.         Mahasiswa dapat memantapkan dan menerapkan ilmu perpustakaan didunia kerja.
2.         Mahasiswa dapat mengetahui dan menghadapi secara langsung kegiatan perpuatakaan mulai pengadaan, pengolahan, dan pelayanan.
3.         Mahasiswa dapat mengetahui masalah yang ada diperpustakaan dan pemecahannya.
4.          Mahasiswa dapat belajar bekerjasama / berorganisasi dengan pihak lain.
5.         Mahasiswa dapat mengetahui sarana dan prasarana diperpustakaan SMP Negeri 1 Tulung.
6.         Mahasiswa dapat memenuhi syarat kelulusan D 11 Ilmu Perpustakaan.
7.         Dokumentasi kegiatan praktek kerja perpustakaan di SMP Negeri 1 Tulung.

C.    SISTEMATIKA         
Sistematika penulisan ini menjabarkan seluruh kegiatan Praktek Kerja Lapangan  yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tulung. Diharapkan setiap mahasiswa dapat mengetahui kondisi perpustakaan secara langsung serta dapat mempraktekkan ilmu yang dimiliki selama berada di bangku perkuliahan. Selain itu mahasiswa juga bisa mendapatkan pengalaman kerja di perpustakaan dan dapat memecahkan masalah yang ditemukan selama praktek.
BAB I             PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang
B.       Tujuan Praktek Kerja Perpustakaan
C.       Sistematika

BAB II                        KEADAAN PERPUSTAKAAN
A.       Sejarah Berdirinya
B.       Gedung,Ruang dan Perlengkapan
C.       Koleksi
D.       Struktur Organisasi
E.        Dana
F.        Layanan

BAB III          MASALAH DAN PEMECAHANNYA
A.      Masalah
B.       Pemecahan

BAB  IV         PENUTUP
A.      Kesimpulan
B.       Saran-saran






















BAB II
KEADAAN PERPUSTAKAAN

A.           Sejarah Berdirinya
SMP Negeri 1 Tulung Klaten merupakan sekolah yang semula mengalami perubahan status dari sekolah swasta menjadi sekolah negeri. Semula bernama SMEP PEMDA Tulung pada tahun 1972 sampai tahun 1973. Kemudian pada tahun 1974 berubah menjadi SMP PEMDA Tulung, pada tanggal 25 Juli 1981 SMP PEMDA Tulung menjadi SMP Negeri 1 Tulung Klaten.
Perpustakaan SMP  Negeri 1 Tulung bernama Perpustakaan Bina Pustaka. Perpustakaan tersebut telah berjalan sebagaimana fungsinya yaitu tempat belajar secara mandiri, mencari informasi, dan tempat mencari hiburan. Koleksi perpustakaan Bina Pustaka sangat banyak terutama dalam bentuk buku-buku pelajaran.
Sejalan dengan proses perubahan status tersebut perpustakaan tetap berjakan sesuai fungsinya. Adapun pengelola perpustakaan di SMP Negeri 1 Tulung Klaten, dari waktu ke waktu ditangani guru tidak tetap, dengan status tidak tetap tersebut pengelolaan perpustakaan tidak maksimal. Pada tahun 1990 salah satu tenaga atministrasi ditugasi untuk mengikuti kursus perpustakaan yaitu Bapak Jumiyono.
Dari tahun 1990 sampai dengan 1993 pengelola perpustakaan menjadi lebih baik. Perpustakaan ditangani secara serius dan pada tahun 1990 tersebut perpustakaan diberi nama Perpustakaan Bina Pustaka dengan pustakawan Bapak Jumiyono.
Berhubung Bapak Jumiyono lulusan sarjana geografi maka status kepegawaiannya juga berubah dari tenaga administrasi menjadi guru. Bapak Jumiyono dialihtugaskan dari SMP Negeri 1 Tulung Klaten ke SMP Negeri 3 Tulung Klaten dengan demikian pustakawan di SMP Negeri 1 Tulung Klaten praktis tidak ada. Dengan ketidakadaan pustakawan tersebut pengelola perpustakaan diserahkan  kembali ke guru-guru ,dari tahun 1993 sampai tahun 2008.
Pada tahun 2009 dengan terbitnya surat keputusan bahwa guru harus mengajar 24 jam perminggu, maka Bapak Sugiyatno, S.Pd ditugasi untuk menjadi pengelola perpustakaan, mengingat telah mempunyai piagam pengelola perpustakaan dari kantor Dekdikbut Propinsi Jawa Tengah pada tahun 2000 dan SK Kepala Sekolah No.423.5125/2009 untuk mengelola perpustakaan sampai sekarang. Pada tahun 2009 Perpustakaan ”Bina Pustaka” baru ditangani dengan serius dengan pengelola Bapak Sugiyatno,S.Pd dibantu oleh guru-guru tidak tetap.
Perpustakaan Bina Pustaka mengalami perkembangan secara bertahap karena telah dikelola dengan baik. Hal ini terbukti dengan dijadikannya perpustakaan Bina Pustaka menjadi tempat praktek kerja perpustakaan mahasiswa UT mulai tahun 2011 dan sampai sekarang.  

B.            Gedung, Ruang dan Perlengkapanya
Perpustakaan sekolah dalam melakukan kegiatan kepustakaan  membutuhkan perlengkapan fisik berupa gedung dan ruang perpustakaan.
Di SMP Negeri 1 Tulung sudah mempunyai gedung perpustakaan sendiri letaknya strategis ditengah-tengah lokasi sekolahan, perpustakaan tersebut dikelilingi oleh ruang kelas,ruang kantor guru, mushola, kantin, lapangan, laboratorium, kamar mandi dan dekat pintu gerbang sekolah. Sehingga sangat mudah di akses oleh warga sekolah untuk berkunjung.
Ruang perpustakaan inilah yang akan menjadi tempat pelayanan kebutuhan informasi penggunanya yaitu para guru,siswa dan karyawan. Kebutuhan ruangan perpustakaan sekolah dapat diperhitungkan berdasarkan jumlah siswa di sekolah tersebut. Ruang perpustakaan Bina Pustaka SMP Negeri 1 Tulung telah ditata baik karena lalu lintas kegiatan telah disesuaikan dengan ruangan, sehingga tidak mengganggu perpindahan hasil kerja dari satu lokasi ke lokasi lain tidak terganggu.
Ruangan perpustakaan BINA PUSTAKA SMP Negeri 1 Tulung terdiri dari 4 ruangan: Ruang  Koleksi (ruang baca dan ruang pelayanan), Ruang  Diskusi, Ruang Pengolahan, Ruang Kepala Perpustakaan.
Perabot perpustakaan BINA PUSTAKA SMP Negeri 1 Tulung antara lain  :
NO
Nama Barang
Jumlah Barang
Keadaan Barang
Baik
Kurang Baik
1
Rak Buku 1,5 x 2 m
5
5
-
2
Rak Buku 2 x 3 m
2
2
-
3
Rak Buku 1,5 x 1,5 m
2
2
-
4
Rak Display
1
1
-
5
Almari Katalog
1
1
-
6
Almari Buku Paket
2
2
-
7
Almari Arsip
2
2
-
8
Almari Buku Referensi
2
2
-
9
Meja, Kursi Pembaca
6
6
-
10
Meja, Kursi Sirkulasi
3
3
-
11
Komputer, Printer
1
1
-
12
Jam Dinding
1
1
-
13
Kipas Angin
1
1
-
14
Papan Tulis
1
1
-
15
Papan Pengunjung
1
1
-
16
Papan Minat Baca
1
1
-
17
Papan Program Kerja
1
1
-
18
Papan Struktur Organisasi
1
1
-
19
Steples Besar
1
1
-
20
Seteples Kecil
1
1
-
21
Sapu
1
1
-
22
Tempat Sampah
1
1
-
23
Kemoceng
1
1
-

Selain perlengkapan di atas, ada juga perlengkapan administrasi perpustakaan, yaitu buku peminjam, buku pengunjung, buku inventaris perpustakaan, buku statistik perpustakaan, buku induk, buku laporan penerimaan koleksi baru, kartu anggota, kartu buku, kartu tanda kembali, tata tertib perpustakaan, kantong kartu buku, cap inventaris, cap perpustakaan, bantalan cap, buku klasifikasi, kartu katalog, kertas label, solatip, dan lem.






























DENAH RUANG PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 1 TULUNG KLATEN
 



 
































P1     = Pintu utama
P2     = Pintu masuk ruang diskusi
P3     = Pintu masuk ruang perpustakaan
P4     = Pintu penghubung ruang kepala perpustakaan dengan  ruang layanan
P5     = Pintu  masuk ruang pengolahan
P6     = Pintu toilet

 
KETERANGAN:
1.         Rak Buku
2.         Almari
3.         Almari Buku Referensi
4.         Meja Baca
5.         Kursi Baca
6.         Meja Komputer
7.         Almari Katalog
8.         Meja Petugas
9.         Kursi Petugas
10.     Tempat koran
11.     Meja Sirkulasi
12.     Rak Display
13.     Televisi


R1     = Ruang Kepala Perpustakaan
R2     = Ruang Pengolahan
R3     = Ruang pelayanan
R4     = Ruang Diskusi
R5     = Kamar Mandi/Toilet


 

C.           Koleksi
            Koleksi yang ada di perpustakaan SMP NEGERI 1 TULUNG sebagian besar  adalah buku-buku paket bidang studi yang merupakan buku ajar/buku teks yang dipakai dalam pelajaran. Selain buku paket  terdapat pula buku-buku fiksi dan nonfiksi, buku teks, buku rujukan, laporan penelitian atau study tour, kamu, ensiklopedi dll, yang jumlahnya masih sedikit.  Bahan pustaka diperpustakaan diolah menggunakan sistem manual. Sebagian koleksi tersebut sudah disusun dan ditata sesuai kelas serta nomor klasifikasinya.
Kegiatan pengolahan koleksi meliputi:
1.        Seleksi Bahan Pustaka
Seleksi adalah proses menidentifikasi bahan pustaka yang akan ditambahkan pada koleksi perpustakaan.. Tujuan dari pemilihan koleksi ini adalah untuk menyeleksi judul-judul buku yang relevan dengan kebutuhan dan kurikulum sekolah. Untuk melakukan seleksi, tidak semua orang berhak melakukannya. Mereka yang berhak melakukan seleksi adalah pustakawan, kepala sekolah, guru, komite sekolah. Kegiatan seleksi akan menghasilkan daftar seleksi yang berisi informasi tentang nomor urut, nomor ISBN, judul buku, pengarang, tahun terbit, dan harga buku.
2.        Pengadaan
Pengadaan koleksi adalah proses menghimpun bahan pustaka,yang dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan pembelian, hadiah, pengkopian, pertukaran,dan titipan.
3.        Pengolahan
Kegiatan ini dimulai dari menginvetaris bahan pustaka dengan cara memberikan cap inventaris, pemberian nomor induk dan mencatat dalam buku induk. Selanjutnya memberikan nomor klasifikasi, dan pembuatan katalogisasi. Terakhir pemberian perlengkapan seperti kantong kartu, kartu buku  dan slip tanggal kembali.

4.        Pelestarian Bahan Pustaka
Pelestarian adalah upaya untuk menjaga informasi yang terkandung pada koleksi bahan pustaka yang ada agar bertahan lama serta berdaya guna bagi pemustaka sejalan dengan perkembangan. Usaha pelestarian ini meliputi pencegahan terhadap faktor-faktor perusak, perawatan fisik ( menjilid, melaminasi ), memproduksi bahan pustaka ( fotokopi ), mengalih bentuk dari kertas ke mikrofilm/digital.
























LAPORAN BAHAN PUSTAKA(KOLEKSI) TH.2011/2012

NO
JENIS GOLONGAN
JUMLAH
1
000-Karya Umum
146
2
100-Filsafat
84
3
200-Agama
730
4
300-Ilmu Sosial
185
5
400-Bahasa
60
6
500-Ilmu Murni
110
7
600-Ilmu Terapan
451
8
700-Seni,Olahraga
1954
9
800-Kesusastraan /Fiksi
582
10
900-Sejarah, Geografi
189
11
Buku Paket/ Buku Teks
19.497
12
Buku Referensi
194
13
Atlas
155
14
Peta
27
15
Globe
1

JUMLAH KOLEKSI
24.365






D.           Struktur Organisasi

STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi perpustakaan SMP Negeri 1 Tulung Klaten
Tahun 2011/2012


 
























E.            Tenaga
Perpustakaan Bina Pustaka SMP NEGERI 1 TULUNG di kepalai oleh  Bapak Sugiyatno, S.Pd, beliau adalah lulusan S1 Pendidikan Bahasa Indonesia dan sudah mempunyai piagam tentang perpustakaan serta mendapat SK dari kepala sekolah No.423.5125/2009. Bapak Sugiyanto dibantu oleh beberapa guru tidak tetap dalam pengelolaannya.
Tugas utama seorang tenaga perpustakaan adalah mengelola, mengembangkan, dan melestarikan semua koleksi yang ada guna memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan pengunjung. Kegiatan yang dilaksakan  diperpuastakaan mulai dari pengadaan bahan pustaka, pengolahan dan pelayanan.
Kegiatan kepustakaan meliputi:
1.      Pengadaan Bahan pustaka
Perpustakaan Bina Pustaka dalam mengadakan bahan pustaka baru diperoleh melalui pembelian, hadiah/sumbangan, tukar menukar dengan perpustakaan lain
2.      Pengolahannya
Kegiatan pengolahan masih tradisional atau secara manual pengolahan dimulai dari buku datang dengan melakukan inventaris, pengecapan stempel, pembuatan nomor klasifikasi, pembuatan catalog dan kelengkapan lainnya.
3.      Pelayanan
Dilakukan oleh petugas pelayanan setiap hari efektif  belajar mengajar mulai jam 07.00 – 12.10. Dikerjakan oleh guru-guru tidak tetap yang telah terjadwal.






F.            Sumber Dana
Dana merupakan sumber penunjang terpenting dalam kegiatan operasional perpustakaan. Untuk mendukung perkembangan perpustakaan SMP NEGERI 1 TULUNG, dana yang di dapat antara lain dari :
1.        Bantuan Oprasional Sekolah (BOS).
2.        Sumbangan Orang Tua Murid
3.        Denda bagi peminjam yang terlambat mengembalikan koleksi, menghilangkan, dan merusak.
Anggaran sekolah jumlahnya terbatas, oleh karena itu harus benar-benar digunakan seefektif dan seefisien mungkin. Penggunaaanya diprioritaskan untuk penambahan  koleksi baru .

G.           Layanan
Perpustakaan Bina Pustaka menerapkan sistem layanan terbuka (open acces). Dimana petugas membebaskan pengunjuk untuk memilih dan mencari koleksi yang dibutuhkan. Petugas akan mencatat apabila koleksi dipinjam dan dikembalikan.
Selain itu masih menggunakan cara manual yaitu dengan mendaftar buku yang dipinjam dengan mengisi kartu buku, tanggal kembali dan tanggal pinjam setelah itu kartu itu diselipkan ke kantong buku dengan batas pengembalian selama tiga hari.
Layanan ini masih mempunyai kekurangan:
1.        Koleksi menjadi berantakan, cepat rusak dan sulit dalam temu kembali informasi.
2.        Proses pelayanan peminjaman koleksi lama karena pengunjung harus antri saat meminjam dan mengembalikan
3.        Petugas pelayanan harus teliti dalam panulisan identitas peminjam, pengisian kartu buku dan slip tanggal kembali.



Layanan ini juga mempunyai kelebihan antara lain :    
1.        Pengunjung bebas memilih koleksi
2.        Kebebasan dalam memilih dapat merangsang  pengunjung untuk sering datang ke perpustakaan
3.        Jikabahan yang dikehendaki tidak ada pengunjung dapat memilih koleksi yang lain
Perpustakaan memberikan layanan kepada pengunjung mulai hari Senin sampai dengan hari Sabtu, dengan perincian sebagai berikut :
Senin      : Pukul 07.00 wib – pukul 12.10  wib
Selasa     : Pukul 07.00 wib – pukul 12.10  wib
Rabu      : Pukul 07.00 wib – pukul 12.10  wib
Kamis    : Pukul 07.00 wib – pukul 12.10  wib
Jum’at    : Pukul 07.00 wib – pukul 11.00  wib
Sabtu     : Pukul 07.00 wib – pukul 12.10  wib

















BAB III
MASALAH DAN PEMECAHANNYA

A.           Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah di atas, yaitu mengenai kegiatan promosi jasa layanan perpustakaan. Penulis dalam melaksanakan praktek kerja perpustakaan di SMP Negeri 1 Tulung Klaten menemukan beberapa kendala/masalah yang berasal dari dalam dan luar perpustakaan. Kedua hal tersebut secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.        Kendala dari dalam
Ada beberapa kendala yang berasal dari dalam perpustakaan. Baik itu dari perpustakaan maupun dari pustakawannya sendiri. Kendala-kendala itu antara lain :
a.         Lemahnya pengetahuan pustakawan terhadap ilmu dan teknik pemasaran.
b.         Pandangan tradisional bahwa perpustakan hanyalah sebuah gudang buku.
c.         Tidak memadainya sarana dan prasarana.
d.        Kurangnya dana untuk membeli bahan pustaka dan membuka layanan baru.
e.         Lemahnya apresiasi para pustakawan tentang kenyataan bahwa pengguna perpustakaan dewasa ini yang lebih banyak menuntut jasa di perpustakaan.
2.        Kendala dari luar
Kendala ini berasal dari luar perpustakaan, diantaranya:
a.         Sasaran bagi pelayanan pada umumnya hanya bersifat sementara. Misalnya di perpustakaan SMP, maka siswa hanya berada di sekolahan sekitar tiga tahun saja.
b.         Masih kurangnya komitmen dari pimpinan dalam memberikan dukungan terhadap perpustakaan.
c.         Lemahnya manajemen organisasi.
d.        Faktor sosial, yaitu sudah menjadi budaya pengguna yang jarang ke perpustakaan.
e.         Staf pengajar di sekolah kurang banyak memberi tugas yang mengharuskan siswa untuk berkunjung ke perpustakaan.

B.            Pemecahannya
Setelah penulis menemukan masalah-masalah yang ada selama praktek kerja perpustakaan di SMP Negeri 1 Tulung Klaten, ada beberapa pemecahan  dalam promosi jasa layanan perpustakaan.
   Untuk mengatasi kendala promosi jasa layanan perpustakaan yang berasal dari dalam dan dari luar, maka usaha yang dapat dilakukan antara lain:
1.             Mengatasi dari dalam
a.        Menggunakan sarana promosi tercetak, yang dapat berupa:
1)        Brosur
Brosur adalah salah satu media promosi berupa kertas cetakan yang mengandung informasi tentang suatu barang atau jasa yang dibeli atau dimanfaatkan oleh konsumen atau pelanggan. Brosur merupakan cara yang paling murah dan praktis untuk melakukan promosi. Pembuatannya cukup mudah. Adapun  hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan brosur, adalah:
a)         Menetapkan cakupan informasi brosur
Cakupan informasi yang dimasukkan dalam brosur antara lain nama instansi, informasi mengenai alamat, jam buka pelayanan di perpustakaan, peta ringkas lokasi perpustakaan, informasi jenis koleksi dan jenis pelayanan, fasilitas perpustakaan, cara-cara dan peraturan peminjaman serta persyaratan menjadi anggota perpustakaan.
b)        Merancang format dan membuat brosur
Format fisik brosur yang sering digunakan adalah kertas ukuran A4 yang dilipat dua, tiga, atau empat. Tata letak informasi penting pada posisi paling depan. Gambar-gambar dan warna ditambahkan untuk mempercantik penampilan brosur  Pemilihan kata harus tepat dan fleksibel sesuai informasi yang disampaikan.
c)         Memperbanyak dan menyebarkan brosur
Cara memperbanyak brosur ditantukan oleh besarnya dana yang tersedia dan jumlah eksemplar yang akan dicetak serta tampilan akhir dari brosur yang diinginkan.
2)        Map Khusus Perpustakan
Paket promosi lain yang dapat dibuat adalah sebuah map dengan cetakan khusus berlogo perpustakaan. Map dirancang berbeda dari map biasa, di dalamnya kita dapat memasukkan paket-paket promosi yang telah dibuat, misalnya beberapa brosur, pembatas buku dan sebagainya. Jadi map merupakan kumpulan sarana promosi yang dikemas menjadi satu paket dan diberikan pada orang-orang tertentu.
3)        Poster
Poster adalah media promosi berupa kertas berukuran A3 atau A2 yang berisi tulisan atau gambar informasi untuk umum tentang suatu hal yang disajikan secara menarik dengan huruf-huruf besar. Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam membuat poster:
a)         Menentukan tema dan kata-kata poster
Tema harus sangat spesifik dan dikaitkan dengan peristiwa tertentu atau yang sedang hangat dibicarakan. Pemilihan kata harus memberi kesan, dengan menggunakan huruf yang besar atau warna yang mencolok.
b)        Merancang poster
Dalam membuat poster yang baik adalah menggunakan ilustrasi atau gambar-gambar menarik, memanfaatkan jenis-jenis huruf yang indah dan menarik, kalau dana cukup pergunakan jenis kertas yang baik dan bermutu tinggi.
c)         Memperbanyak dan memasang poster
Poster cenderung cepat usang, maka bahan poster harus kuat atau dilapisi plastik. Pemilihan tempat harus strategis dan meminta ijin kepada yang berwenang untuk memasangnya.
4)        News Letter
Adalah salah satu media yang digunakan untuk memberi informasi khusus kepada sejumlah orang secara teratur berupa berita atau artikel singkat yang ditulis dengan gaya tidak formal. News letter disebut juga majalah internal atau home journal.
5)        Pembatas buku
Adalah suatu benda yang digunakan untuk memberi tanda pembatas pada halaman-halaman sebuah buku. Dalam merancang pembatas buku yang menarik harus menggunakan pilihan kata-kata yang tepat dan padat. Pemilahan bahan harus kuat berdasarkan pertimbangan biaya pembuatannya.
6)        Terbitan khusus perpustakaan
Biasanya dibuat oleh perpustakaan besar karena harus mempertimbangkan biaya dalam pembuatannya. Bentuk terbitan khusus dapat berupa buku panduan perpustakaan, kalender perpustakaan, majalah khusus perpustakaan.
b.        Mengadakan Promosi dalam bentuk  kegiatan
Salah satu cara efektif untuk menembus pembatas dan penghalang komunikasi antara perpustakaan dan penggunannya adalah dengan  jalan mengadakan kegiatan yang melibatkan staf  perpustakaan dan pengguna. Kegitan dapat bersifat formal / tidak formal, dengan sasaran pengguna  menyeluruh / golongan tertentu saja. Lokasinya tidak selalu diperpustakaan ,tetapi bisa diluar lingkungan perpustakaan misalnya di gedung lain atau di taman-taman. Bentuk kegiatan yang diadakan mulai dari pameran, ceramah, seminar, bercerita, lomba-lomba, kuis, bazar, wisata perpustakaan, pemutaran film,  pasar murah atau pertemuan khusus pemerhati perpustakaan.
c.         Pencitraan dan identitas perpustakaan
Pembentukan citra dan identitas positif perpustakaan dapat dilakukan dengan sebai berikut:
1)        Menciptakan logo atau lambang yang berkesan baik dan optimis serta mudah diingat.
Logo atau lambang dari suatu instansi dari yang berbentuk khas dari eksistensi tersebut. Logo dapat berupa sebuah gambar, tulisan dengan huruf tertentu, kombinasi tulisan dan gambar. Sebuah logo dibuat sederhana yang menggambarkan misi pada instansi yang bersangkutan. 
2)        Slogan atau moto perpustakaan
Slogan adalah suatu kalimat yang bermakna mengandung arti suatu komitmen atau janji dari pemilik slogan untuk menuju sesuatu yang baik sebagaimana terkandung dalam slogan itu. Motto atau slogan yang baik akan bermanfaat bagi petugas atau pengguna perpustakaan. Bagi pengguna moto atau slogan akan memberikan harapan bahwa mereka akan mendapatkan layanan yang bermutu sesuai dengan isi moto atau slogan. Sebaliknya bagi petugas akan memberi motivasi untuk bekerja lebih baik sehingga tercipta kondisi layanan yang sesuai dengan moto isi layanan.
3)        Pembuatan rambu-rambu perpustakaan
Rambu-rambu perpustakaan adalah petunjuk atau informasi bagi pengguna perpustakaan untuk mempermudah mereka memanfaatkan layanan perpustakaan. Rambu-rambu dapat dirancang dan ditata sedemikian rupa akan menarik bagi, dan efektif memberi kesan positif perpustakaan.
4)        Pakaian Seragam Petugas Perpustakaan
Pemakaian seragam bagi petugas perpustakaan diharapkan dapat memberi manfaat ganda bagi pembentukan citra perpustakaan. Pertama, petugas perpustakaan akan merasa percaya diri dalam memberi layanan. Bagi pengguna jika melihat petugas memakai seragam tentunya akan memudahkan mengetahui keberadan  petugas dan melakukan komunikasi selanjutnya akan tampak keserasian dan keindahan  jika semua petugas semua berpakaian seragam dan rapi. Semua ini memberi nilai positif dari sudut pandang pengguna perpustakaan.
d.        Penataan Lingkungan Fisik Perpustakaan
Perpustakaan merupakan suatu lembaga yang tidak ubahnya sebuah toko serba ada atau swalayan, jadi perpustakaan dalam menyajikan koleksi serupa dengan toko serba ada, yaitu mengenai usaha agar pengguna tertarik datang ke perpustakaan dan menggunakan layanan yang disediakan.
Cara penyajian layanan dan penataan lingkungan fisik perpustakaan menerapkan konsep memajang (display) seperti di toko serba ada. Di perpustakaan ada tiga hal yang berkaitan dengan pemajangan yaitu untuk memajang buku-buku baru, mempromosikan kelompok koleksi tertentu dan mempromosikan program serta layanan perpustakaan.
e.         Meningkatkan Sumber Daya Manusia
Pustakawan adalah agen promosi yang secara langsung mempengaruhi citra perpustakaan. Sebagai agen pustakawan harus profesional dalam menjalankan kegiatannya. Pustakawan yang profesional harus mempunyai wawasan luas, integritas yang tinggi dan sikap serta kemampuan dalam berkomunikasi hal ini dapat didukung dengan melakukan kegiatan pelatihan atau seminar perpustakaan, mempelajari ilmu dasar-dasar perpustakaan di bangku sekolah dan selalu belajar masalah-masalah yang ada di perpustakaan.

2.             Mengatasi Kendala dari Luar
a.        Dukungan dari Kepala Sekolah dengan  pimpinan di lingkungan perpustakaan tersebut berada.
Perpustakaan erat hubungannya dengan kurikulum sekolah karena perpustakaan dapat mendukung dan menjadi bagian integral dari kurikulum sekolah melalui sumber belajar, partisipasi pustakawan dalam menyusun bahan pelajaran, bimbingan membaca dan kerjasama guru/pustakawan. Selain itu sikap kepala sekolah yang menjadi faktor terpenting yang mempengaruhi kurikulum sekolah diantaranya:
1)        Sikap kepala sekolah bisa menentukan apakah sekolah dalam menerapkan kurikulum itu memanfaatkan sumber belajar yang tersedia diperpustakaan atau tidak.
2)        Sikap kepala sekolah dalam menentukan bentuk organisasi perpustakaan dan bagaimana penggunaannya.
3)        Sikap kepala sekolah akan menyebabkan guru-guru memanfaatkan perpustakaan sekolah secara efektif atau tidak.
b.        Manajemen Organisasi
Manajemen memiliki peranan penting bagi perpustakaan sekolah dalam mewujudkan tujuan perpustakaan. Tujuannya adalah memberikan layanan yang terbaik pada pemustakanya. Kegiatan manajemen memiliki beberapa aspek yaitu:
1)        Perencanaan (planning)
Perencanaan adalah penentuan sasaran yang ingin dicapai, tindakan yang harus dilakukan, bentuk organisasi dan personal, menyangkut keputusan apa, bagaimana, kapan, dan siapa yang melakukannya.
2)        Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian adalah penetapan struktur peran melalui penentuan aktifitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan, pengelompokan aktivitas, pendelegasian wewenang, penugasan pada kelompok, koordinasi dan informasi dalam organisasi.
3)        Pengaturan staf (staffing)
Pengaturan adalah pengisian jabatan dalam organisasi dengan cara mengidentifikasikan kabutuhan tenaga, merekrut, memilih, menempatkan, promosi, menilai, memberi imbalan dan melatih karyawan (trainning).
4)        Pengarahan (directing)
Pengarahan adalah mendorong orang lain, pustakawan memimpin, mengawasi, dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
5)        Pengendalian (controling)
Pengendalian adalah kegiatan meneliti, mengawasi agar semua tugas dan pekerjaan dilakukan sesuai dengan pertelaan tugas dalam peraturan yang ada.
c.         Faktor Sosial
Budaya masyarakat kuno yang kurang mengenal perpustakaan,  jarang ke perpustakaan masih banyak di sekitar kita.
Untuk menghilangkan kebiasaan itu dapat dilakukan dengan cara:
1)        Pembinaan dan pengenalan tentang layanan perpustakaan yang ada.
2)        Membiasakan gemar ke perpustakaan dari kecil dimulai dari kebiasaan keluarga yang berkunjung di akhir pekan.
3)        Diadakannya iklan promosi jasa perpustakaan di media masa (koran, tv, radio).
4)        Untuk daerah terpencil dapat dilakukan kunjungan-kunnjungan dengan mobil keliling (perpustakaan keliling).
5)        Toleransi terhadap denda dan batas waktu peminjaman
d.        Sikap staf  pengajar
Metode mengajar guru harus inovatif dan kreatif akan memperlancar pengajaran dengan kerjasama dengan perpustakaan. Perpustakaan  berusaha memmberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dalam pengembangan kurikulum akan terjadi interaksi yang direncanakan antara siswa, guru, dan pustakawan. Hal ini memberi kesempatan pustakawan dalam menyampaikan saran, baik pada kepala sekolah, guru mengenai bahan pustaka
e.      Waktu pelayanan sementara di perpustakaan 
Untuk perpustakaan SMP waktu pelayanan setiap hari efektif sekolah hanya saja pada jam-jam tertentu. Jadi kebanyakan siswa berkunjung ke perpustakaan jika diberi tugas oleh guru. Pada jam istirahat siswa hanya sibuk bermain dan berada di kantin. Untuk mengatasi hal tersebut kita bisa membuat peraturan dengan mewajibkan siswa berkunjung ke perpustakaan sesuai jadwal yang ditentukan.
Para siswa SMP berada disekolah hanya tiga tahun saja setelah lulus dia tidak lagi menjadi anggota perpustakaan. Siswa yang telah lulus dari SMP putus hubungan dengan perpustakaan. Agar hubungan siswa dan perpustakaan tetap terjalin maka diadakan reuni di perpustakaan dengan mengadakan misalnya: bimbingan belajar bagi siswa SMP oleh almuni SMP tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar